Anjuran untuk Bekerja dan Berniaga

Standard
Dalam ber-Muammalah untuk mencukupi kebutuhannya seorang hamba ada kalanya merasa malas untuk melakukan pekerjaannya. Ketika belum bekerja maka ia menginginkan pekerjaan begitupun sebaliknya akan tetapi hal terbaik bagi kita ada adalah ternyata haruslah giat dalam bekerja karna itu merupakan hal terbaik bagi diri kita sendiri.

Ada beberapa dalil yang saya kutip dari buku "Akuntansi Perbankan Syariah Berbasis PSAK Syariah" yang ditulis oleh Kautsar Riza Salman, SE. Ak. MSA. BKP. SAS. CA. yaitu sebagai berikut:

-  Mencari Rizki


فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 

Artinya : "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."

Menurut Quraish Shihab bahwa Apabila kalian telah melakukan salat, maka bertebaranlah untuk berbagai kepentingan. Carilah karunia Allah dan berzikirlah kepada-Nya banyak-banyak, dalam hati maupun dan dengan ucapan. Mudah-mudahan kalian memperoleh keberuntungan dunia dan akhirat.

Adapun dalam Tafsir Jalalayn hal demikian merupakan (Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi) perintah ini menunjukkan pengertian ibahah atau boleh (dan carilah) carilah rezeki (karunia Allah, dan ingatlah Allah) dengan ingatan (sebanyak-banyaknya supaya kalian beruntung) yakni memperoleh keberuntungan. Pada hari Jumat, Nabi saw. berkhutbah akan tetapi tiba-tiba datanglah rombongan kafilah membawa barang-barang dagangan, lalu dipukullah genderang menyambut kedatangannya sebagaimana biasanya. Maka orang-orang pun berhamburan keluar dari mesjid untuk menemui rombongan itu, kecuali hanya dua belas orang saja yang masih tetap bersama Nabi saw. lalu turunlah ayat ini.

-  Hasil Sendiri dan Jual Beli yang Mabrur

Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya oleh Rafi' bin Khudaij : dari Anas bin Malik Radiyallahu 'anhu "Wahai Rasullullah, pekerjaan apakah yang paling baik? "Rasullullah menjawab "Pekerjaan dengan tangannya sendiri dan jual beli yang mabrur". (HR. Ahmad. Al Bazzar, At Thabrani dari Abdullah Umar Radiyallahu 'anhu.)

Berdasarkan Hadits tersebut bahwa hasil dari tangan sendiri merupakan suatu kemuliaan bagi dirinya sendiri bukan berarti seorang Muslim sejati mendapatkan makan dari hasil meminta-minta. Dengan catatan yang tentunya dengan cara yang baik dalam mendapatkan hasil dari kerjanya sendiri.

-  Berusaha yang Halal

"Sesungguhnya Allah suka kala Dia melihat hamba-Nya berusaha mencari barang dengan cara yang halal." (HR. Ath-Thabrani dan Ad-Dailami)

Dari hadits tersebut mengandung makna bahwa dalam mencari sesuatu haruslah dengan cara yang halal tentunya karena yang demikian itu lebih baik bagi dirinya sendiri.

- Jangan Meminta-minta

"Orang yang meminta-minta padahal dia tidak membutuhkan (tidak mendesak) sama halnya dengan orang memungut bara api." (HR. Imam Muslim)

Penjelasan dari Hadits ini bahwa hal terbaik bagi seorang muslim sejatinya tidak lah meminta-minta pada hakikatnya dan hal terbaik baginya adalah mencari rizki dengan cara yang lazim dan baik pula tidak semestinya dengan cara tidak dianjurkan oleh syariat islam itu sendiri.

Dari uraian diatas bisa kita simpulkan bahwa mencari rizki untuk diri sendiri adalah dianjurkan sebaiknya hasil keringat sendiri tidak boleh dengan cara meminta-minta dan dipastikan harus lah halal. Karena apa yang kita makan dari keringat kita akan berdampak bagi diri kita sendiri yang tentunya jika rizki yang kita makan itu baik makan akan baik pula perilaku kita dan sebaliknya.
Hal terbaik adalah makanlah apa yang bisa dimakan jangan mencari apa yang tidak kita makan dan harus sesuai apa yang kita dapatkan.
  • Categories