Renungan Harian

Standard
Ini ada tulisan bagus untuk kita  direnungkan :

Sebuah BOTOL 🍶
~Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
~Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
~Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
~Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
~Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah; KARAKTER yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

"Sukses tidak diukur dari posisi yg kita capai, tapi dari kesulitan'2 yg berhasil kita atasi ketika berusaha meraih sukses"

Bila kita mengisi hati, dgn penyesalan masa lalu & kekhawatiran akan masa depan, hampir pasti kita tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun...

"Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar Payung kita bertambah kuat"

Ingat! Umur itu seperti es batu.
dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair... digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan.

"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."


🎯 Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
          1. Waktu 
          2. Ucapan 
          3. Kesempatan   
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal karenanya...

🎯 Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
          1. Amarah 
          2. Keangkuhan   
          3. Dendam
Hindarilah ia selalu...

🎯 Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
          *1. Harapan    *     
          *2. Keikhlasan    *     
          *3. Kejujuran      *   
Peliharalah ketiganya...

🎯 Ada 3 hal yang paling berharga : 
          *1. Kasih Sayang *   
          *2. Cinta   *       
          *3. Kebaikan   *     
Pupuklah itu semua...

🎯 Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
          1. Kekayaan 
          2. Kejayaan 
          3. Mimpi   
Jangan terobsesi karenanya...

🎯 Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang :         
          1. Komitmen         
          2. Ketulusan         
          3. Kerja Keras       
Upayakanlah sekuatnya...

🎯 Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
          1. Tekad         
          2. Kemauan       
          3. Fokus
Usahakan dengan sungguh-sungguh...

🎯 Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu :
          1. Rejeki         
          *2. Umur *       
          *3. Jodoh *         
Mintalah pada TUHAN..

🎯 TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI :     
          *1. Tua     *     
          *2. Sakit   *       
          *3. Kematian  *

Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya.

Jenuh? Bosan?

Standard
Ini harus segera diatasi. Jangan ditunda-tunda. Bila tidak segera diatasi, ini akan membuat kita terjatuh pada kubangan kemalasan. Kita sama-sama tahu penyakit malas itu sulit diobati.

Pertama, identifikasi dulu apa saja penyebab kejenuhan. Terus, carilah alternatif solusi atas penyebab tersebut. Sekiranya karena pekerjaan yang monoton, Anda bisa berkonsultasi dengan atasan dan rekan kerja agar diberlakukan job rotation. Boleh dicoba.

Janganlah menganggap jenuh sebagai masalah yang permanen. Bagaimanapun kita harus berusaha untuk berpikir positif. Dengan kata lain, cobalah mengambil hikmah. Mungkin ada sesuatu yang bermakna di sana. Misal, dengan lama bekerja di suatu tempat, kita dapat banyak ilmu dan banyak pengalaman di sana. Atau luasnya pergaulan.

Kedua, kembangkan kreativitas. Maksudnya, buatlah sesuatu yang baru berdasarkan posisi Anda. Sebagai contoh, jika Anda seorang supervisor di perusahaan, maka Anda dapat bereksperimen dalam membuat susunan tugas dan tanggung jawab pada tim.

Ketiga? Hilangkan kejenuhan dengan berolahraga. Ya, berolahraga. Di British Propolis kami juga menganjurkan hal serupa. Tidak ada ceritanya olahraga bisa menyebabkan badan lemas dan malas.

Hm jangan salah, tak jarang orang justru merasa kesal dan emosional jika diam begitu saja, tidak memiliki kegiatan apapun. Betul apa betul? Anda yang jarang berolahraga, sebaiknya memulainya dari sekarang.

Ya, lakukan aktivitas olahraga yang Anda sukai. Jangan merasa terpaksa. Meskipun hanya lari di pagi hari mengitari kompleks rumah, ini cukup signifikan untuk mengubah suasana hati (mood).

Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Ada Saatnya Aku Dan Mungkin Engkau Akan Rindu Dengannya

Standard
Ada saatnya nanti aku dan (mungkin) engkau akan rindu dengan teman-teman yang sering memberikan nasihat di atas kebenaran ketika di dunia..

Ada saatnya nanti aku dan (mungkin) engkau akan faham bahwa apa yang sering dikatakan teman-teman kita sangat bermanfaat bagi kehidupan akhirat kita..

Yang sering menyerukan :
“Teman.. Kurangi selfie ya.. Jangan bermudah-mudahan pajang foto..”
“Teman.. Pakai hijab syar’i ya.. Jangan berhijab ala punuk unta seperti itu..”
“Teman.. Batasi pergaulan dengan bukan mahromnya ya..”
dan seabrek kecerewatan dia lainnya..

Dia yang tidak pernah bosan ngasih info kajian..
Meski kadang ada yang sedikit sebal..
“Apa sih nih orang BC info kajian melulu..” (pas dikasih info masalah dunia lebih semangat)

Dia yang sering mengajak kita untuk semangat datang ke kajian sunnah ketimbang sekedar ngajakin jalan-jalan ke tempat wisata..
“Apa sih ngajak-ngajak orang.. Pergi aja sana sendiri..”

Dia yang sering bahas agama ketimbang berbicara hal-hal yang kurang bermanfaat dan sekedar cekikikan denganmu..
Dan kita bilang dia tidak asyik..
Dia yang sering ngajakin untuk berilmu sebelum beramal,, yang ngajakin kita untuk beramal dengan bukan modal ‘katanya’,, dia yang ngajakin kita menjauhi hal-hal yang haram,, ngajakin kita menjauhi amalan yang tidak sesuai syari’at..

Meski kadang perkataannya tidak digubris,, diabaikan,, bahkan di dengar atau dibaca nasihatnya aja ngga..
Ada tulisan lihat judul udah males baca..

Mungkin ada sebagian kita yang gerah,, malah,, jengkel dengan kecerewatan teman-teman kita..
Hampir tiap hari memberi nasihat tentang agama (sok alim lu)..
Menganggap teman kita itu terlalu mencampuri urusan kita..
Terlalu merasa sok benar..

Kita lebih enjoy dan senang berteman dengan orang-orang yang ‘terkesan’ selalu meng’iya’kan ucapan dan perbuatan kita..
Mungkin dia orang-orang yang kita anggap setiakawan..
Kita lebih bahagia dan nyaman dengan orang-orang yang diam-diam (tapi menghanyutkan)..
Kita anggap dia sebaik-baiknya teman..
Kita anggap shahabat sejati,, best friend forever..
Padahal secara tidak sadar justru teman yang kita anggap sok benar itu,, teman yang kita anggap terlalu lebay menyampaikan kebenaran,, teman yang kita anggap sok mencampuri urusan oranglain,, dia itu orang-orang yang bisa jadi memberi manfaat bagi kehidupan kita..

yang engkau anggap teman dekat justru kenyataannya malah menjerumuskanmu..
Yang engkau anggap asyik ternyata ngga memberi manfaat sedikitpun untukmu..
Dia hanya sering menghabiskan waktu untuk berbicara masalah dunia,, dan akhirat ala kadarnya ahkan terlupakan..
Dia yang sering mengalihkan ketika diajak berlomba-lomba dalam masalah akhirat..
Justru yang engkau anggap nggap cerewet,, bebal,, nggak asyik dialah seharusnya yang engkau jadikan teman..

Yah shahabat itu bukan hanya tentang seberapa asyik dan selalu nyaman ketika engkau bersamanya..
Bukan tentang seberapa lama engkau berinteraksi dengannya (bukan tentang jarak dan waktu)..
Tapi shahabat itu tentang siapa dia yang lebih condong mengingatkan kita kepada akhirat tanpa melalaikan dunia..
.
Punya satu teman yang shalih?
Jangan kita sia-siakan..
Itu jauh lebih baik ketimbang punya 10 teman tapi agama dan akhlaqnya yang buruk..

Hati-hati dengan teman-teman yang terkesan diam-diam tapi menyesatkan..

Karena ada saatnya nanti aku dan engkau akan sadar betapa berharganya mereka..
Ada saatnya nanti aku dan engkau merasa rindu dengan mereka..
Mereka yang di dunia yang sering diabaikan dan tidak digubris..
Kapan?
Ya ketika di akhirat..
Ketika kita tidak bisa memutar kembali untuk kembali ke dunia..
Mungkin saat ini akhirat banyak dianggap sebagai cerita yang dilalaikan sebagian orang,, dan karena terlalu terlena dengan dunia yang diinginkan akan terus ada..
Tapi nanti..ya nanti..
Kita akan sadar bahwa akhirat adalah kenyataan yang mau tidak mau harus dihadapi sedangkan dunia hanya kenangan yang sama sekali tidak berbekas..

Semoga aku dan engkau selalu di dekatkan dengan teman-teman yang shalih..
Semoga kita tidak salah ke mana memilih jalan akhirat kita..

Baarakallahu Fiykum..
Allaahul musta’an..


Ummu Abdirrahman Ayu


✒ACT-El Gharantaly,  حفظه الله تعالى

Anjuran untuk Bekerja dan Berniaga

Standard
Dalam ber-Muammalah untuk mencukupi kebutuhannya seorang hamba ada kalanya merasa malas untuk melakukan pekerjaannya. Ketika belum bekerja maka ia menginginkan pekerjaan begitupun sebaliknya akan tetapi hal terbaik bagi kita ada adalah ternyata haruslah giat dalam bekerja karna itu merupakan hal terbaik bagi diri kita sendiri.

Ada beberapa dalil yang saya kutip dari buku "Akuntansi Perbankan Syariah Berbasis PSAK Syariah" yang ditulis oleh Kautsar Riza Salman, SE. Ak. MSA. BKP. SAS. CA. yaitu sebagai berikut:

-  Mencari Rizki


فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 

Artinya : "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."

Menurut Quraish Shihab bahwa Apabila kalian telah melakukan salat, maka bertebaranlah untuk berbagai kepentingan. Carilah karunia Allah dan berzikirlah kepada-Nya banyak-banyak, dalam hati maupun dan dengan ucapan. Mudah-mudahan kalian memperoleh keberuntungan dunia dan akhirat.

Adapun dalam Tafsir Jalalayn hal demikian merupakan (Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi) perintah ini menunjukkan pengertian ibahah atau boleh (dan carilah) carilah rezeki (karunia Allah, dan ingatlah Allah) dengan ingatan (sebanyak-banyaknya supaya kalian beruntung) yakni memperoleh keberuntungan. Pada hari Jumat, Nabi saw. berkhutbah akan tetapi tiba-tiba datanglah rombongan kafilah membawa barang-barang dagangan, lalu dipukullah genderang menyambut kedatangannya sebagaimana biasanya. Maka orang-orang pun berhamburan keluar dari mesjid untuk menemui rombongan itu, kecuali hanya dua belas orang saja yang masih tetap bersama Nabi saw. lalu turunlah ayat ini.

-  Hasil Sendiri dan Jual Beli yang Mabrur

Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya oleh Rafi' bin Khudaij : dari Anas bin Malik Radiyallahu 'anhu "Wahai Rasullullah, pekerjaan apakah yang paling baik? "Rasullullah menjawab "Pekerjaan dengan tangannya sendiri dan jual beli yang mabrur". (HR. Ahmad. Al Bazzar, At Thabrani dari Abdullah Umar Radiyallahu 'anhu.)

Berdasarkan Hadits tersebut bahwa hasil dari tangan sendiri merupakan suatu kemuliaan bagi dirinya sendiri bukan berarti seorang Muslim sejati mendapatkan makan dari hasil meminta-minta. Dengan catatan yang tentunya dengan cara yang baik dalam mendapatkan hasil dari kerjanya sendiri.

-  Berusaha yang Halal

"Sesungguhnya Allah suka kala Dia melihat hamba-Nya berusaha mencari barang dengan cara yang halal." (HR. Ath-Thabrani dan Ad-Dailami)

Dari hadits tersebut mengandung makna bahwa dalam mencari sesuatu haruslah dengan cara yang halal tentunya karena yang demikian itu lebih baik bagi dirinya sendiri.

- Jangan Meminta-minta

"Orang yang meminta-minta padahal dia tidak membutuhkan (tidak mendesak) sama halnya dengan orang memungut bara api." (HR. Imam Muslim)

Penjelasan dari Hadits ini bahwa hal terbaik bagi seorang muslim sejatinya tidak lah meminta-minta pada hakikatnya dan hal terbaik baginya adalah mencari rizki dengan cara yang lazim dan baik pula tidak semestinya dengan cara tidak dianjurkan oleh syariat islam itu sendiri.

Dari uraian diatas bisa kita simpulkan bahwa mencari rizki untuk diri sendiri adalah dianjurkan sebaiknya hasil keringat sendiri tidak boleh dengan cara meminta-minta dan dipastikan harus lah halal. Karena apa yang kita makan dari keringat kita akan berdampak bagi diri kita sendiri yang tentunya jika rizki yang kita makan itu baik makan akan baik pula perilaku kita dan sebaliknya.
Hal terbaik adalah makanlah apa yang bisa dimakan jangan mencari apa yang tidak kita makan dan harus sesuai apa yang kita dapatkan.